WAHANA KREASI PEMUDA HINDU SUMATERA SELATAN

Minggu, 09 November 2008

RUMAH GUDANG




Kota palembang, dikenal kaya akan keragaman budaya dan kehidupan masyarakatnya, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar sungai musi. keanekaragaman khasanah kebudayaan sriwijaya, masih tampak jelas dari berbagai macam bentuk bangunan yang berada di kawasan permukiman masyarakat perairan sungai musi. bentuk rumah pemukiman pada kawasan ini pada umumnya merupakan rumah panggung yang didirikan diatas tonggak kayu, atau biasa disebut juga dengan rumah gudang. hal ini dapat dimaklumi, karena awal mula berdirinya rumah gudang itu sendiri muncul setelah era kolonial. berbeda dengan keberadaan rumah rakit, rumah limas palembang, atau rumah panggung etnis cina, yang keberadaanya jauh sebelum masa itu.

Rumah gudang lebih diminati oleh masyarakat perairan sungai musi , dibandingkan bentuk-bentuk permukiman lainnya, karena lebih efisien dari segi perawatan, dan tidak ada ketentuan khusus mengenai bentuk rumah.

Walaupun rumah gudang dan rumah limas sama-sama merupakan rumah panggung yang didirikan diatas tonggak kayu, akan tetapi lantai rumah gudang tidak bertingkat atau berkijing, seperti hal nya rumah limas.

Bentuk rumah gudang pada dasarnya lebih dipengaruhi oleh keinginan pemiliknya, demikian pula halnya dengan kebutuhan ruang dan tata letak bangunnya. pada umumnya rumah gudang pada pemukiman masyarakat perairan sungai musi, memakai bahan bangunan dari kayu, dan berdiri diatas tiang-tiang pancang kayu. hal ini untuk mengantisipasi pasang surut air sungai, agar tidak masuk ke dalam rumah. karena itulah bentuk rumah gudang dapat lebih mudah kita jumpai pada pemukiman masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai.

Menurut sejarahnya, rumah tradisional palembang yang pertama adalah rumah rakit. hal ini dikarenakan pada zaman dahulu palembang merupakan daerah yang banyak digenangi air, atau daerah rawa. palembang memiliki sungai-sungai dan memiliki induk sungai yang disebut sungai musi. sungai tersebut dimanfaatkan sebagai jalur transportasi antar sesama penduduk.

Diantara masyarakat palembang yang tinggal di rumah rakit, ada yang menjadi penguasa, atau orang yang dihormati. penguasa tersebut membangun rumah di daerah daratan dan di tepi sungai. bentuk rumah yang dibangun oleh penguasa tersebut adalah berbentuk atap limas dan lantai rumah memiliki perbedaan ketinggian lantai, atau kekijing. perbedaan ketinggian lantai bangunan ini timbul karena adanya konsep makro-mikro kosmos, yang mengartikan tentang penguasaan atau adanya perbedaan derajat atau kedudukan dalam masyarakat. pada bagian lantai yang tinggi adalah yang mereka hormati.

Dengan berkembangnya pembangunan di palembang dan kemudian menjadi kota perdagangan, maka timbul suatu paham atau aliran baru yang menentang konsep makro-mikro kosmos. ditentangnya paham tersebut dikarenakan masyarakat tidak setuju akan adanya perbedaan kekuasaan dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat tinggal di daerah tepian sungai dan daerah barat. pertentangan ini bukan hanya dalam hal tempat tinggal saja, melainkan juga dalam hal arsitektur rumah limas. dengan adanya konsep makro-mikro kosmos pada rumah limas, diubah dengan membuat satu konsep yang baru, yaitu konsep ke-tuhanan yang maha esa. konsep ini ditandai dengan pembangunan rumah limas yang tidak memiliki bengkilas. konsep ini sudah memakai prinsip, bahwa di mata tuhan, manusia memiliki kedudukan yang sama.

Timbulnya rumah limas tanpa bengkilas tidak sampai disitu saja. masyarakat banyak yang merasa tidak mampu untuk membangun rumah dengan bentuk rumah limas. selain pembuatan atap yang cukup rumit, juga karena biaya pembuatan rumah dengan atap limas sangat mahal. oleh karena itu, maka timbul bangunan yang memiliki bentuk polos, atau bentuk kotak empat persegi panjang. karena kesederhanaan bentuk rumah dan kemudahan dalam pembangunannya, maka rumah ini disebut rumah cara gudang, yang sekarang kerap disebut rumah gudang.

Salah satu rumah gudang yang terdapat di pinggir sungai musi, adalah rumah milik bapak haji………. sekarang rumah ini di tinggali oleh salah seorang keturunannya.

Ciri khas dari rumah panggung ini adalah atap secara umum berbentuk perisai dengan bahan bervariasi, yaitu genteng dan seng. selain itu pada bagian paling depan, terdapat teras, sebagai ruang transisi setelah naik tangga sebelum memasuki rumah. letak dan bentuk teras berbeda-beda antara rumah dengan yang lainnya, tergantung dari keinginan pemiliknya.

Ruang ini disebut ruang utama, tempat pemilik rumah biasa menerima tamu, atau tempat diadakannya berbagai macam kegiatan atau perayaan-perayaan.

Seperti hal nya rumah limas, dinding dan pintu rumah gudang umumnya dilengkapi dengan ukiran atau hiasan, yang mengisyaratkan bahwa masyarakat palembang mempunyai daya seni yang cukup tinggi akan keindahan.

Ruang belakang terdiri dari sebuah kamar, dapur, dan ruang dalam. sama halnya dengan kamar yang ada pada rumah limas, kamar ini diperuntukkan bagi kepala keluarga sebelum keluarga tersebut mempunyai anak perempuan yang dewasa. tetapi bila anak perempuannya telah dewasa maka kamar itu akan ditempatkan oleh anak gadis tersebut.

Rumah gudang sudah banyak yang tidak berorientasi ke arah sungai. perubahan tersebut terjadi akibat adanya jalan darat , yang mana sebelumnya jalan tersebut banyak dibangun oleh bangsa belanda. akibat adanya jalan darat tersebut, maka banyak rumah gudang yang mengorientasikan bangunannya kearah jalan.

Rumah gudang limas merupakan sebuah rumah,yang pembagian ruangannya sama seperti rumah limas, akan tetapi tidak mempunyai bengkilas, seperti hal nya rumah limas.


Berkat adanya pembangunan jalan darat, maka masyarakat yang sebelumnya memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi dan tempat untuk beraktifitas, kini telah berpikir kearah yang lebih modern, yaitu memanfaatkan mobil, motor atau sarana di darat untuk dimanfaatkan menjadi alat transportasinya.


Rumah gudang ini memiliki denah berbentuk persegi panjang. memanjang dari depan ke belakang. denah dari rumah gudang ini memiliki tiga susunan ruang. susunan tersebut terdiri dari ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang.


Pada bagian depan rumah lebih banyak terdapat bukaan, atau jendela dengan bentuk yang sama yang berbentuk persegi panjang. jendela ini berjarak antara delapan puluh hingga seratus sentimeter dari lantai bagian dalam rumah.

Apabila ada arakan atau kenduri terutama pada acara kesenian, ruang ini dimanfaatkan untuk tempat istirahat. demikian pula halnya jika ada sedekah, tempat ini dipakai oleh para petugas pelaksana persedekahan yang terdiri dari kaum kerabat, atau keluarga terdekat dari empunya rumah.

Ruang tengah merupakan ruang utama dari bangunan rumah gudang. ruangan ini digunakan sebagai tempat menerima para tamu atau undangan pada upacara adat atau persedekahan. para undangan yang dianggap terhormat atau para tamu yang lebih tua, ditempatkan di bagian barat dari ruangan tersebut atau pada arah dinding bagian dalam.

Ruang belakang terdiri dari sebuah kamar, dapur, dan ruang dalam. sama halnya dengan kamar yang ada pada rumah limas, kamar ini diperuntukkan bagi kepala keluarga sebelum keluarga tersebut mempunyai anak perempuan yang dewasa. tetapi bila anak perempuannya telah dewasa maka kamar itu akan ditempatkan oleh anak gadis tersebut.

Bagian bawah daripada rumah gudang, sekarang dimanfaatkan oleh keturunan pemilik terdahulu, dengan cara penambahan ruangan, ataupun dijadikan tempat ternak.

Pemikiran sebagian masyarakat yang semakin berkembang membuat pendirian rumah gudang ini tidak lagi mengikuti tradisi bangunan tradisional palembang. pendirian rumah tradisional kearah sungai, yang menjadi sebuah kebiasaan, lama kelamaan menjadi mitos yang timbul di masyarakat palembang. sebagian masyarakat tetap menjalankan aturan aturan tradisi hanya karena untuk menghormati tradisi tersebut. demikian halnya dalam orientasi rumah gudang di palembang. pengorientasian bangunan kearah sungai dibuat hanya untuk mengikuti orientasi bangunan rumah tinggalnya ke arah sungai, dan ada juga yang beranggapan bahwa air adalah sumber kehidupan. seiring dengan perkembangan zaman, pemikiran tradisional tersebut saat ini tidak lagi terlalu dihiraukan masyarakat. sehingga sekarang terlihat banyak masyarakat palembang yang mengorientasikan bangunan ke arah jalan darat.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda